*Agustus 2026* – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui *Dinas Kesehatan* terus menguatkan upaya eliminasi Tuberkulosis. Salah satunya dengan menggelar kegiatan *Swakelola Tracing TBC Terintegrasi CKG* di *Desa Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam*.
Kegiatan yang merupakan program *Kementerian Kesehatan RI Tahun 2026* ini mengintegrasikan penelusuran kontak penderita TBC dengan *Cek Kesehatan Gratis / CKG* dan kampanye *GERMAS - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat*.
Dari pantauan, kegiatan dipusatkan di meunasah desa dengan pemasangan spanduk bertuliskan *"PELAKSANAAN SWAKELOLA TRACING TBC TERINTEGRASI CKG KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2026"*
*Muliadi* selaku perwakilan dari *Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen* yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, program ini bertujuan menemukan kasus TBC sedini mungkin melalui penelusuran kontak erat.
_"Tujuan utama kita tracing ini untuk memutus rantai penularan. Jadi setiap ada kasus positif TBC, kontak eratnya wajib kita periksa. Sekalian kita layani Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat tahu kondisi kesehatannya,"_ ujar Muliadi.
Ia juga mengajak masyarakat Desa Rheum Barat dan sekitarnya untuk tidak takut memeriksakan diri.
_"TBC itu bisa sembuh. Asal berobat teratur dan tuntas selama 6 bulan. Jangan malu, jangan ditutup-tutupi. Datang saja ke Puskesmas. Ini gratis dan rahasia pasien dijamin,"_ tegasnya.
Melalui kegiatan swakelola ini, Dinkes Bireuen menargetkan peningkatan penemuan kasus dan penurunan angka kesakitan TBC di Kecamatan Simpang Mamplam khususnya, serta Kabupaten Bireuen pada umumnya.
*Kutipan Kuat dari Muliadi buat Thumbnail/Video*
1. _"TBC bisa sembuh. Asal berobat teratur dan tuntas 6 bulan."_
2. _"Tracing ini untuk memutus rantai penularan TBC."_
3. _"Cek Kesehatan Gratis, jangan malu periksa."_
MN




