KARIMUN, KEPRI – Kondisi infrastruktur di Jalan Pendidikan, kawasan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, kini menjadi sorotan tajam warga. Akses jalan yang setiap harinya dipadati oleh pelajar ini dilaporkan sangat rawan kecelakaan akibat ketiadaan rambu lalu lintas dan sistem drainase yang buruk.
Berdasarkan keluhan masyarakat setempat, ketiadaan rambu-rambu di area sekolah tersebut membuat arus kendaraan tidak terkendali. Risiko kecelakaan kian meningkat karena tidak adanya pembatas atau peringatan bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan di zona pendidikan.
"Kondisinya sangat rawan, sudah banyak siswa yang jatuh di jalan ini. Sangat mengkhawatirkan karena ini akses utama anak-anak ke sekolah," ungkap salah seorang warga di lokasi, Sabtu (9/5).
Selain masalah rambu, masalah drainase juga menjadi pemicu utama kerawanan. Di satu sisi jalan, sama sekali tidak terdapat parit. Sementara di sisi lainnya, parit yang sudah ada justru tampak terbengkalai dan tidak difungsikan. Hal ini menyebabkan aliran air tidak teratur dan diduga merusak struktur jalan, menjadikannya licin dan berbahaya saat hujan.
Warga Pamak berharap Pemerintah Kabupaten Karimun, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum, segera melakukan peninjauan ke lokasi. Masyarakat mendesak agar segera dilakukan pemasangan rambu lalu lintas serta perbaikan sistem parit agar fungsi drainase kembali normal demi menjamin keselamatan para siswa.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih merasa was-was setiap kali jam berangkat dan pulang sekolah tiba, menanti langkah nyata dari pihak berwenang sebelum jatuh korban yang lebih banyak lagi. Tim pwdpi




