BIREUEN 10 September 2026 – Sambil menyeruput kopi pahit pagi, Asnawi Abdul Hamid, Mantan Keuchik Meunasah Lhung, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen meluapkan kekecewaannya.
Perbincangan santai itu berubah serius saat ia menyoroti lambannya penanganan dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di desanya.
Padahal bencana banjir yang melanda Aceh sudah hampir setahun berlalu. Namun hingga pagi ini, masih ada warga di Samalanga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali.
“Kita sangat menyayangkan bang. Penanganannya lambat, datanya simpang siur. Akibatnya bantuan tidak tepat sasaran, bahkan ada korban banjir yang sampai sekarang belum terdata sebagai korban,” ujar Asnawi kepada Media di sela-sela ngopi, Kamis 10 September 2026.
Asap rokok dan uap kopi bercampur saat ia menceritakan kondisi di lapangan yang masih memprihatinkan.
Banyak sarana pertanian yang rusak akibat terendam banjir. Selain itu masih ada rumah warga yang belum layak untuk ditempati karena belum ada perbaikan pasca banjir.
Yang paling membuatnya geleng-geleng kepala, ada warga yang kena “musibah ganda”.
“Bahkan ada korban banjir yang tidak dapat bantuan korban. Malah tidak mendapatkan PKH lagi. Ada juga yang tidak mendapat Jadup karena terdeteksi ada transaksi online. Ini aneh. Orang kena banjir kok malah dipotong bantuannya,” tegasnya sambil meletakkan cangkir kopi.
“Ini menggambarkan seolah tidak seriusnya pemerintah daerah dalam mengurus masalah ini. Masyarakat sudah menunggu hampir setahun. Sawah rusak, rumah bocor, tapi bantuan tidak kunjung datang,” lanjutnya.
Di akhir obrolan pagi itu, Asnawi menitipkan 3 desakan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Pertanian:
1. Pendataan ulang yang valid dan transparan agar tidak ada korban yang terlewat.
2. Realisasi bantuan rehab rumah dan sarana pertanian bagi warga terdampak.
3. Evaluasi pencabutan PKH dan Jadup terhadap korban banjir agar tidak menambah beban masyarakat.
“Jangan sampai korban banjir ini merasa terabaikan. Mereka butuh kepastian. Kalau data saja tidak beres, bagaimana bantuannya bisa sampai?” pungkasnya menutup obrolan, sebelum menuang lagi kopinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait update data dan realisasi bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Samalanga.
RR




