Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

94 UNIT ALAT BERAT PERKUAT REHAB-REKON PIDIE JAYA, BUPATI TEMBUS DUKUNGAN PUSAT

Jumat, 16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T23:11:28Z

Tekad Perjuangan mempercepat pemulihan pascabencana terus dilakukan Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dengan membawa kebutuhan daerah ke tingkat pusat. Usulan alat berat yang disampaikan pekan lalu kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), melalui pertemuan bersama Wakil Gubernur Aceh, ditindaklanjuti dengan terealisasinya dukungan alat berat pada Kamis 15 Oktober 2026.

Langkah Sibral Malasyi ini menjadi bagian dari upayanya  mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), terutama pada infrastruktur pengendali aliran air, lahan pertanian, tambak, dan lingkungan permukiman yang terdampak bencana. Sibral Malasyi menegaskan bahwa Sasaran akhir bukanlah semata mempercepat pekerjaan fisik, melainkan memulihkan aktivitas warga, menggerakkan kembali ekonomi, serta mengurangi hambatan yang menghalangi masyarakat bangkit. 

Berdasarkan rekapitulasi alokasi yang diterima, terdapat 94 unit alat dan kendaraan pendukung, terdiri atas 8 excavator PC200, 4 excavator PC100, 4 excavator PC55, 6 backhoe loader, 6 bulldozer, dan 66 dump truck. Excavator PC200 mendukung pengerukan dan penggalian skala besar; PC100 untuk penggalian serta normalisasi saluran; PC55 untuk pekerjaan di area yang lebih sempit; backhoe loader untuk menggali sekaligus memuat material; bulldozer untuk mendorong tanah, meratakan lahan, dan membersihkan timbunan; sedangkan dump truck mengangkut lumpur serta material hasil pekerjaan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), pekerjaan diprioritaskan pada normalisasi Sungai Krueng Meureudu, pengerukan Muara Kiran, pembersihan saluran irigasi, dan lingkungan permukiman. Dinas Pertanian menangani pembersihan sawah terdampak di Gampong Blang Awe, lahan persawahan yang ditumbuhi semak belukar, serta saluran irigasi. Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan memprioritaskan pembersihan tambak terdampak di Gampong Meunasah Balek dan saluran tambak. Penempatan alat dapat digeser sesuai kebutuhan serta tingkat urgensi di lapangan agar sumber daya yang tersedia bekerja tepat sasaran.
Bagi Bupati Pidie Jaya, keberhasilan menjemput dukungan harus dibuktikan melalui percepatan pekerjaan dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Normalisasi sungai dan pengerukan muara diharapkan memperbaiki kapasitas aliran air; pembersihan irigasi membantu membuka kembali akses pengairan; pemulihan sawah mendukung petani kembali berproduksi; sedangkan penanganan tambak membantu membangkitkan usaha perikanan warga. Karena itu, ia mendorong dinas-dinas terkait bergerak terpadu, menetapkan lokasi berdasarkan prioritas, mengoptimalkan penggunaan alat, serta memastikan hasil pekerjaan terpantau dan dapat dipertanggungjawabkan. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan rehab-rekon Pidie Jaya yang menempatkan pemulihan infrastruktur dasar dan ekonomi produktif sebagai bagian penting kebangkitan pascabencana. Ia berharap Dukungan pusat menjadi pengungkit percepatan, sementara kerja nyata di lapangan menjadi ukuran utama keberhasilannya. (Prokopim/Yuni).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update