BIREUEN 8 – September 2026 Kerinduan terhadap nilai perjuangan dan moral politik masa lalu kembali disuarakan. Kali ini datang dari Ruseni, S.Pd, seorang pensiunan guru di Kabupaten Bireuen.
Dalam pernyataannya, Ruseni mengaku sangat merindukan hadirnya kembali Partai Masyumi sebagai salah satu partai Islam tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan agama, bangsa, dan pendidikan.
“Bagi saya, Masyumi itu bukan sekadar nama partai. Masyumi adalah kenangan tentang politik yang beradab, politik yang lahir dari masjid dan pesantren. Politik yang dipimpin oleh ulama dan cendekiawan yang tulus mengabdi untuk umat,” ungkap Ruseni.
Sebagai seorang pendidik yang puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan, ia melihat Bireuen memiliki karakter yang sangat khas. Bireuen dikenal sebagai _Kota Juang_ karena sejarah perlawanan terhadap penjajah. Bireuen juga disebut _Kota Santri_ karena banyaknya dayah dan ulama yang lahir dari tanah ini.
“Karena dua identitas inilah, _juang_ dan _santri_, saya yakin Masyumi sangat cocok untuk ikut berpartisipasi di Bireuen. Nilai yang dibawa Masyumi sejalan dengan jati diri masyarakat Bireuen. Sama-sama menjunjung tinggi agama, ilmu, dan pengorbanan untuk bangsa,” jelasnya.
Ruseni juga menyoroti kondisi politik saat ini yang menurutnya mulai kehilangan arah. Ia berharap hadirnya partai-partai yang berakar pada nilai Islam dan kebangsaan seperti Masyumi bisa menjadi penyeimbang dan pengingat.
“Dunia pendidikan mengajarkan kita tentang akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab. Politik juga harus begitu. Jangan sampai kita berpolitik tapi melupakan nilai. Masyumi dulu lahir dari rahim umat, dibesarkan oleh ulama. Itu yang kita rindukan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ruseni mengajak masyarakat Bireuen khususnya para guru, ulama, dan pemuda untuk bersama-sama menghidupkan kembali semangat Masyumi. Bukan hanya sebagai partai, tapi sebagai gerakan moral.
“Bireuen butuh pemimpin dan partai yang berani berkata benar, berani membela umat, dan berani mendidik bangsa. InsyaAllah Masyumi bisa jadi jawabannya,” tutupnya.
RR




