Desa Geulumpang Bungkok kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen 19 Februari 2026, Sebanyak 168 Masyarakat desa Geulumpang Bungkok yang terkena musibah banjir menyesalkan kinerja pegawai kecamatan Samalanga yang bertugas menangani masalah korban barjir yang terjadi pada tanggal 25 November 2025 yang lalu.
Pasalnya musibah bajir yang mereka alami sudah hampir 3 bulan belum ada kejelasan dan kepastian tentang apakah mereka mendapatkan bantuan dari Pemerintah atau tidak, karena mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut, mengingat sampai saat ini masih terjadi hujan sementara mereka bulan bisa bekerja secara normal, karena tempat usaha mereka banyak yang rusak ditimpa banjir.
Menurut penuturan Masyarakat yang korban banjir di desa tersebut sudah tiga bulan ini Mereka hanya mendapatkan bantuan beras 30 kg dari Pemerintah dan beberapa bungkus mie instan setiap satu keluarga, apakah hanya segitu aja bantuan dari Pemerintah ucap salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Sementara itu Edy Saputra juga korban barjir di Desa Geulumpang Bungkok menuturkan kepada awak Media, Kami warga Masyarakat Gampong Geulumpang Bungkok yang terkena banjir ingin menanyakan sudah sampai mana penanganan untuk kami korban banjir.
Karena sejauh ini, sudah hampir tiga bulan, kami belum ada bantuan apa apa, sementara kami melihat dan mendengar daerah lain sudah mendapatkan bantuan.
Sementara saya ucap Edy jangankan untuk mendapatkan bantuan terdata sebagai korban barjir pun belum ada, ini yang sangat disesalkan Edy.
Menurut Edy Saputra, korban barjir yang tidak terdaftar di desa Geulumpang Bungkok bukan hanya dirinya namun ada beberapa orang lain yang mernasip sama seperti nya tidak didata sebagai korban barjir di desa tersebut.
Hal yang demikian membuat Masyarakat menjadi resah dan was-was tidak tau harus mengadu kemana dan siapa yang harus disalahkan, ada diantara warga yang ingin bertanya langsung kepada camat kecamatan Samalanga bagar mereka mendapatkan kepastian apakah mereka termasuk dalam korban bencana atau tidak, karena mereka belum kehilangan nyawa apakah tergolong korban bencana banjir.
Banjir yang terjadi pada bulan November 2025 lalu telah merusak barang barang warga terutama barang elektronik, seperti kulkas, kipas angin dan semacam nya semua sudah habis, ternak mereka banyak yang mati terbawa air, rumah rusak, yang datang hanya petugas untuk mendata silih berganti, sedangkan bantuan yang mereka harapkan sudah hampir tiga bulan belum muncul juga, apa yang ditunggu oleh Pemerintah, apakah mereka menungu kami mati untuk dicatat sebagai korban....?
Sementara itu keuchik Geulumpang Bungkok Anwar yang ditemui awak media membenarkan kejadian tersebut, menurut penuturan kechik Anwar bahwa pihak desa sudah melaporkan korban barjir tersebut kepada pihak kecamatan Samalanga, selanjutnya pihak desa tidak tau, namun hanya beras dan mie instan yang dikirimkan ke desa kami itulah yang saya bagikan kepada warga, selain itu belum ada yang dibantu.
Data warga korban yang kami laporkan sebanyak 168 orang namun yang masuk kriteria korban banjir hanya 14 orang, saya tidak tau bagaimana penilaian nya ucap Anwar, karena semua ketentuannya ditentukan di kecamatan, sejauh ini kami belum ada pemberitahuan sebih lanjut kepada kami.
Bila masyarakat ingin bertanya langsung kepada pihak kecamatan kami dari pihak desa tidak keberatan agar informasi tidak simpang siur dan tidak terjadi finah kepada kami. MN




